AI

Posted on December 25, 2009. Filed under: AI, kiat menulis, semangat menulis, tips menulis, unik, writing tips | Tags: , , , |

Hmm ini bukan Avian Influenza alias flu burung atau manuk pilek kata orang JTV – itu TV lokal milik Jawapos group , tetapi yang saya maksud adalah Adversity Intelligence !

Iya AI ini salah satu jenis kecerdasan yang baru-baru saja dicetuskan oleh pakar psikologi. Sayangnya AI belum masuk wikipedia jadi saya tidak bisa merujuk ke sana untuk menjelaskannya. Oke deh saya mencoba sedikit terangkan sepemahaman saya – kecerdasan ini dikaitkan dengan seberapa mampu tabah dan mampu seseorang untuk mengatasi masalah yang dihadapinya sehingga menjadi sesatu yang produktif atau bermanfaat bagi dirinya . Untuk yang masih penasaran dengan definisi itu bisa baca lebih lanjut pada blog ini

Well lantas kenapa saya bahas ini? Bagi saya AI menarik bagi saya bukan karena definisi dari AI itu, tetapi karena ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang AI.

Sebagaimana yang disampaikan salah satu pengajarnya, Ibu Zahrotun Nihayah, bahwa ternyata ada kemerosotan AI pada generasi muda di indonesia, paling tidak jika dibandingkan antara generasi tahun 70-an, 80-an, dan 90-an. Menurut Bu Zahroh, penyebabnya adalah semakin mudahnya dan instannya kehidupan saat ini, sehingga membuat generasi sekarang lebih manja . Beliau mencontohkan, betapa anak-anak sekarang untuk berangkat sekolah yang jaraknya beberapa ratus meter dari rumahnya aja dia harus diantar pakai mobil jemputan, tidak itu saja, bahkan dikawal oleh pembantu rumahnya. Wah saya jadi ingat ketika saya TK, ibu atau ayah hanya mengantar menyeberangkan jalan, kemudian saya jalan sendiri untuk menjemput teman ke sekolah yang jaraknya hampir 1 km dari rumah. Bahkan ketika SMP – waktu itu masih belum ada angkot seramai sekarang, saya harus jalan sejauh 3 km menuju sekolah, dan selalu datang sebelum bel berbunyi… hmmm padahal anak-anak di sekolah saya kok banyak yang telat ya?

Contoh lainnya, kecenderungan keluarga sekarang anaknya sedikit, satu atau dua orang saja! Dengan sedikitnya anak maka tentu semakin meningkat perhatian dan kesejahteraan anak. Beliau mencontohkan kalau dulu masak telur dadar saja harus dicampur dengan tepung agar cukup dimakan sekeluarga, kalo sekarang sudah setiap anak makan satu telur masih dijejali makanan bergizi lainnya sampai-sampai anaknya tidak mau. Akibat segala kemudahan seperti itu maka generasi sekarang menjadi lembek.

Ya, itulah penelitian. Anda boleh setuju boleh tidak, tapi bagi saya informasi itu penting minimal untuk referensi dalam mendidik anak-anak.

Nah trus apa hubungannya dengan nulis?

He-eh iya hampir lupa, hampir saja saya post tulisan ini.

Begini, ada seorang teman bilang ke saya, dulu sebelum dia punya laptop.
Dia produktif sekali nulis, waktu itu dia berangan-bangan, kalau sudah punya laptop maka akan menulis, menulis dan menulis… nah tetapi begitu dia beli laptop kok tambah males?

Wah, dalam hati saya bilang, kok sama dengan saya,:mrgreen: dulu pas belum punya komputer dan laptop hampir tiap hari saya – setelah solat subuh – bisa nulis berlembar-lembar di buku khusus menulis, sebelum saya berangkat ke kantor. Bahkan ketika kuliah, saya memanfaatkan kertas folio bekas dan di lipat jadi dua atau empat – biar ngirit! Dengan media itu saya bisa nulis berlembar-lembar cerpen, puisi dan artikel-artikel (sebagiannya saya tulis dalam bahasa inggris) untuk di arsipkan atau dikirim ke majalah kampus. Sampai sekarang sebagian tulisan tangan tersebut masih ada.

Tetapi sekarang, saya merasa kok produktifitas menulis saya menurun, padahal segala kemudahan semakin banyak, PC, laptop dan bahkan internet – yang mempermudah saya cari referensi!

Akhirnya saya bertanya-tanya, apa memang kemudahan itu justru semakin membuat sebagian kita menjadi kurang giat berusaha untuk menulis?

Apakah begitu?

Bagaimana dengan anda?

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

3 Responses to “AI”

RSS Feed for Inspirasi untuk Selalu menulis | Comments RSS Feed

wah, saya generasi lembek dong:mrgreen:

tapi bener emang, jaman dulu rasanya sy kok lebih rajin daripada sekarang..😦

trus solusinya gimana?
kembali ke individu masing2 kali ya:mrgreen:

*garuk2kepala*

terlena dgn kemudahan..

Hehe.. itu fotonya dek habib, lucuu…

Dulu jaman belum ada Blog, diary saya penuh dengan catatan perjalanan hidup, sekarang setelah bikin Blog malah susah…kenapa ya… *balik nanya*:mrgreen:
Bener kata Nisa, mungkin terlena dengan kemudahan…tapi saya juga memahaminya sebagai sebuah transformasi dari catatan pribadi ke Blog yang terbuka untuk banyak orang, masih agak kesulitan dalam penulisannya…
wah belajar nulis lagi berarti…🙂


Where's The Comment Form?

  • Sstt Ada gratisan di bawah!

    Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

    Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat

    Klik link berikut untuk dapat Ebook Gratis

    BlogBooker
    Turn your Blog into a PDF Book/Archive.

    BlogBooker Google PageRank Checking tool

  • Masukkan alamat surel/email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 10 other followers

  • RSS Blog yang lain :)

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Belajar Inggris

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • Pengunjung

    • 5,622 pasang mata

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: