OpenIdea

Posted on January 10, 2010. Filed under: kiat menulis, semangat menulis, tips menulis, writing tips | Tags: , , , , |

Baru-baru ini saya membaca artikel dalam sebuah blog. Inti dari artikel di blog tersebut adalah berupa pengalaman atau tepatnya kejengkelan dia kerena tulisannya dibajak orang lain tanpa mencantumkan sumber aslinya. Setelah beberapa kali komplain kepada pembajak tulisannya dan nggak ditanggapi dia melaporkan pada WordPress.com dan akhirnya blog tersebut di-suspend alias di nonaktifkan oleh pengelola WordPress

Tidak sekali itu saja tulisannya dibajak, di saat lain tulisannya dibajak oleh blog/situs yang memakai domain berbayar, lagi-lagi diapun komplain dan kerena nggak ditanggapi maka dia melapor kepada penyedia hosting blog tersebut, dan akhirnya diperingatkan dan tulisan bajakan tersebut di hapus.

Hmmm… saya menghela napas panjang membacanya. Ada berbagai pikiran berkecamuk dalam kepala saya. Beberapa tahun yang lalu saya juga membaca di Radar Malang bahwa para peneliti di Universitas Brawijaya kebingungan mendapatkan hak paten atas karya riset dan karya ilmiahnya, pasalnya untuk mendaftarkan menjadi paten butuh biaya jutaan… lagi-lagi saya dada saya merasa sesak dan justru sedih.

Berbagai pertanyaan berkecamuk di benak saya?

”Mengapa harus ribut karya kita dipakai dan dinimati orang lain?”

”Bukankah semakin banyak orang yang memanfaatkan ilmu kita maka semakin banyak pula tabungan kita di akhirat kelak?”

”Bukankah Rasulullah s.a.w bilang bahwa ketika manusia mati semuanya terputus kecuali 3 hal, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat?”

”Di hadist lain bahkan dikatakan, jika berkat usaha kita seseorang itu bisa melakukan kebaikan, maka kita akan mendapatkan pahal sebagaimana orang yang melakukan kebaikan tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya, Nah coba bayangkan kalo orang tersebut menularkan kebaikan itu untuk orang lain..maka kita akan mendapatkan pahala terus….begitu seterusnya sampai dunia ini kiamat.?”

Lah memang nggak boleh orang dapet duit dari usaha kerasnya, lagian dia mencari ilmu itu juga membutuhkan biaya yang banyak dan bahkan mungkin dengan taruhan nyawa..

Mungkin ada orang yang menyanggah begitu.

Saya tidak sedang berfatwa – karena saya bukan seorang ulama yang mempunyai kemampuan dibidang itu, ini hanya pikiran orang awam aja.
Menurut saya, sah-sah saja orang mengkomersilkan ilmunya bagi saya itu pilihan dia, toh hidup dan mati dia adalah urusan dia dan Tuhannya.

Lantas?

Saya hanya ingin mengajak kepada mereka, yang terlalu menyayangi ilmunya yang mungkin masih secuil saja, untuk membaca kisah Imam Bukhari – semoga Allah s.w.t senantiasa memberikan tempat terbaik di kuburnya dan menjadikan saya dan anda mempunyai semangat sepertinya —

Imam Bukhari yang berasal dari wilayah Eropa Timur itu adalah anak saudar kaya raya. Dan ketika ayahnya meninggal mewariskan harta yang sangat banyak. Tetapi Imam Bukhari menggunakan harta itu untuk mengumpulkan hadist, dari satu tempat ke tempat lain, hingga sampai negeri Mesir. Entah berapa puluh ribu kilometer dia tempuh perjalanan itu dan kemudian dari ribuan hadist-hadist yang dikumpulkan itu dipilah lagi yang benar-benar valid sesuai kaidah ilmu hadist hingga ”hanya” terkumpul sekitar 6000 hadist saja

Hmmm.. anda mau menghitung biaya dan waktu yang dihabiskan oleh Imam Bukhari?

Silahkan saja, tapi saya tidak mau, karena dari jauhnya perjalanan yang dia tempuh sudah menunjukkan betapa mahalnya usaha yang dia lakukan

Sekarang peratanyaan saya cuman satu.

Andai Imam Bukhari r.a memproteksi ilmunya karena mahalnya usaha yang dia habiskan untuk mengumpulkan ilmu itu, kira-kira masihkan kita mendapatkan warisan ajaran islam dengan sempurna?

Rasa-rasanya tidak!

Dan orang seperti imam Bukhari itu dulu – entah sekarang – sangatlah banyak, karena di sana ada Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan seterusnya.

Nah, andai saja Imam Bakhari dan imam-imam muhadistin itu melarang orang lain memperbanyak mempublikasikan dan menggandakan karyanya, atau beliau menuliskan kata-kata larangan mengutip hadist yang saya kumpulkan tanpa menyebut sumbernya kira-kira bagaimana?

Hmmm.. omongan anda khan hanya berlaku bagi umat islam..!

Mungkin juga ada yang ngomong begitu.

Baiklah, okelah sekarang anda saya ajak untuk menyimak gerakan opensource yang telah banyak membuahkan penemuan yang banyak kita nikmati.

Coba anda yang punya blog?

Apa yang anda pakai?

WordPress? Jommla? Druppal? atau endonesia?

Tahukan anda? Bahwa itu semua disebarkan secara gratis dan dikembangkan oleh ribuan orang di dunia dengan gartis pula?

Andai pendiri masing-masing platform tersebut terlalu komersial, kira-kira apakah perkrmbangan dunia blog semakin ramai seperti sekarang?

Lagi!

Apa browser yang anda pakai?

Mozilla Firefox? http://mozilla.org

Itu adalah juga gratis dan dikembangkan oleh ribuan orang di dunia dan dimodifikasi secara gratis pula..

Lagi?

Coba anda lihat linux yang dikembangkan oleh seorang mahasiswa muda dari Finlandia Linus Trovald.

Saya nggak tahu jika Linus, menutup rapat-rapat kode sumber (source code) dari operating system yang dia kembangkan, niscaya kita nggak akan menemukan yang namanya Ubuntu , Mandriva RedHat

Duh terlalu banyak untuk disebutkan

Lantas apa hubungannya dengan menulis?

Saya cuman berharap suatu saat, kita bebas untuk mengutip dan bahkan memodifikasi tulisan seseorang dan kemudian memperluasnya tanpa ada rasa kekhawatiran disebut sebagai seorang pembajak

Maka saya mencetuskan ide OpenIdea Right

Apa itu?

Yaitu kebebasan bagi kita untuk memodifikasi, menyebarkan dan melakukan penulisan ulang karya orang lain dan tanpa ijin kepada pemiliknya.

Apa harapan kita dari gerakan itu?

Bagi anda yang muslim jelas semata-mata mengharapkan ilmu kita yang sedikit ini bermanfaat dan semakin berkah dan mudah-mudahan menjadi penolong kita di akhirat kelak.

Selain itu semakin mempermudah percepatan trasnfer ilmu pengetahuan kepada semua orang.

Menjadikan ilmu yang bermanfaat sebagai sesuatu yang murah dan mudah diakses bagi semua orang.

Masih kurang silahkan anda tambahkan yang sejalan dengan itu.

Bagaimana?

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

14 Responses to “OpenIdea”

RSS Feed for Inspirasi untuk Selalu menulis | Comments RSS Feed

wah, pertamax nih sepertinya

wah, ini merupakan artikel yg sesuai dg perlawanan anti kapitalis yg membelenggu kita mas…
UU HAKI dan lain-lain yang menjadi sekat dan dijadikan dalil oleh para pengusung kapitalisme.
karena semuanya diusung yg berujung pd materi dan duit.

so, izin copast or ambil kutipannya mas…
openidea khan? hehehehehe

mengutip dan copy paste sesuai dengan etika mungkin tidak ada salahnya. Asal jangan copy tumplek blek..😀

tulisan saya juga banyak kopiannya………..
bagi saya sih.. terserah…….
semoga bermanfaat.

Hehehehe…sampeyan kan gak doyan duit Pak… lah yg gak terima itu kan gak mau toh duitnya dinikmati org lain …xixixixi….cayoooo

Betul sekali mas…

Jika tujuan kita benar2 ikhlas ingin mendapatkan pahala dunia dan akhirat, sebenarnya kita mesti senang tulisan kita banyak yang menyebarkan alias banyak yang copas, biarpun tanpa menyebutkan sumber.

Bukankah ini viral mareketing dan pasive income pahala?

btw, blogku jg ada yang copasnya…hehe😀

Saya orang Maiyah, Maiyah Indonesia tepatnya. Bukan aliran bukan juga sekte, bahkan bukan pula jargon jargon politik yg slalu dijor-jorkan oleh sekelompok org u/ mendapatkan sebuah pengakuan. Saya hanya berpikir laiknya guru (Cak Nun) saya, walaupun beliau tdk mau diakui sbg guru. Tetapi saya, hati seorang Maiyah mempatri hal itu jauh dalam lubuk hati saya bahwa Open at the Contents akan membawakan saya ke Gerbang Ghaib iradah Allah. That’s it…
Saya suka dgn Open Idea-nya bapak. Keep in touch, pak.
Goes to open contents and always open at the source/Contents

Saya sudah memerangi larangan copy-paste sejak pertama kali saya mengenal WordPress. Awal dari kebencian saya terhadap blog yang memberi peringatan dilarang copy-paste atau boleh meng-copy tapi dengan syarat mencantumkan link semenjak saya menjadi pemula dan tidak tahu cara ngeblog dengan WordPress dan kemudian mencari tutorial untuk pemberlajaran. Dan alangkah terkejutnya seorang yang buta ilmu WordPress seperti saya menemukan gudang ilmu namun terdapat larangan untuk menyadurnya.

Blog tersebut sebenarnya sering menulis mengenai akidah, akhlaq, norma dan seputar islam, namun yang menulis tidak bisa menerapkan apa yang ditulisnya. Sangat ironis sekali. Begitu melihat model blog seperti itu sudah saya pastikan untuk segera pergi. Tidak lain untuk menghindari fitnah jika kelak saya menulis mengenai tutorial WordPress, bisa-bisa saya dianggap plagiator. Bahkan dalam sebuah postingnya dia mengaku kalau ada seorang pembuat buku mengenai WordPress semua isinya berasal dari blog dia. Kita semua tahu siapa pemilik blog tersebut.

Pesan bagi pemilik blog seperti itu adalah, jika takut kontennya di jiplak orang lain silahkan jangan taruh kontennya di media blog, simpan saja di WC atau lindungilah konten itu dengan script yang men-disable klik kanan. Dan jika perlu segera daftarkan kepatenannya agar dapat dilindungi undang-undang.

Yang kita tahu pihak WordPress membagikan tutorialnya secara gratis tapi yang tidak menjadi bagian WordPress malah melarang untuk disebarkan jika tidak mencantumkan sumbernya.

Maka dari itu jika blog ini membuka member untuk bergabung dalam suatu group anti larangan copy-pase, saya mengajukan diri yang pertama kali.

http://answers.polldaddy.com/poll/2640027/

Iya mas.. sip mari kita sebarkan yuuk… postingan ini juga saya taruh di facebook… waah banyak sekali pro kontranya… akhirnya saya berpikiran akan saya buat semacam Level..,

Jadi OpenIdea Right L1, L2, L3, L4

L1: boleh kopi asal nyantumin URL dan tidak untuk komersial L2: boleh kopi, modif, asal nyantumin asal nyantumin URL dan BUKAN komersial L3: boleh kopi, modif, asal nyantumin asal nyantumin URL dan boleh untuk komersial L4: boleh kopi, modif, dan boleh untuk komersial meski tanpa nyantumin URL

ada pendapat lain?

On Wed Feb 3rd, 2010 5:12 PM ICT

berbagi ilmu itu penting,semakin banyak memberi maka semakin banyak pula kita menerima!!!

Terimakasih sebelumnya karena sudah berkunjung dan mengomentari salah satu tulisan blog saya..
Biar bagaimanapun jika kita ingin memakai tulisan orang lain harus lah dengan aturan yang ada. untuk menulis skripsi atau buku saja ada aturan nya bagaimana mengutip pendapat orang lain, apa lagi riset yang memakai biaya jutaan. jadi hargailah kerja keras orang lain dengan mengikuti aturan pengutipan atau pembajakan yang benar. GBU

Menulis apa aja yang penting ada heheheee

maksudnya ‘tuliskan sumber kutipannya’ adalah semacam menuliskan perawihnya shg kita tahu apakah artikel ini termasuk sahih, dloif atau abal-abal saja
btw saya setuju dengan opini anda

When I initially left a comment I seem to
have clicked the -Notify me when new comments are added-
checkbox and from now on every time a comment is added I receive four
emails with the exact same comment. There has to be a
way you can remove me from that service? Thanks!


Where's The Comment Form?

  • Sstt Ada gratisan di bawah!

    Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

    Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat

    Klik link berikut untuk dapat Ebook Gratis

    BlogBooker
    Turn your Blog into a PDF Book/Archive.

    BlogBooker Google PageRank Checking tool

  • Masukkan alamat surel/email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 10 other followers

  • RSS Blog yang lain :)

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Belajar Inggris

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • Pengunjung

    • 5,622 pasang mata

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: