Dayyan

Posted on January 21, 2010. Filed under: kiat menulis, semangat menulis, tips menulis, writing tips |

Idul Fitri 1430 H yang baru lewat, adalah saat yang paling berkesan bagi anak-anak saya, terutama Nadia dan Dayyan Kenapa?
Karena pada saat itu Nadia dan adik-adiknya membeli sepeda angin dengan uang angpao yang mereka dapatkan selama berkunjung ke rumah Mbahnya di Ngawi.

Begitu dibelikan sepeda, Nadia — yang sebelumnya sudah berlatih dan mengendari sepeda milik temannya – menghabiskan siswa liburanya dengan bersepeda keliling kompleks perumahan bersama teman-temannya.

Ada kejadian yang cukup unik dan selalu saya ingat, yaitu ketika teman-teman Nadia seperti Aisyah , Aminah, Abu Bakar dan Sheerin meminta Dayyan untuk berlatih mengendarai sepeda. Mereka selalu meminta Nadia untuk memberikan kesempatan pada Dayyan belajar bersepeda.

Mulanya Dayyan ogah-ogahan, tetapi karena teman-temannya memaksa akhirnya dia mau berlatih. Yang paling membuat saya terkesan ketika Sheerin meminta Dayyan berlatih dengan sebuah janji,

“Ayo Yan, kamu kalo mau latihan sepeda tak kasih uang 5 ribu….”

”Subhanallah… “ saya jadi trenyuh, betapa luar biasanya Sheerin yang baru kelas 4 SD tersebut memberi motivasi Dayyan untuk bisa bersepeda.

Ketika Dayyan mulai berlatih, teman-temannya mengawalnya, mulai dari memegangi sepeda agar Dayyan tidak jatuh selama berlatih, sementara yang lainnya berlarian di samping sepeda yang dikayuh Dayyan. Ketika Dayyan oleng, mereka beramai-ramai menahan agar dia tidak jatuh.

Lambat-laun, tidak butuh sampai seminggu, Dayyan sudah bisa dilepas dan sudah tidak oleng lagi.. tetapi temannya masih bersorak-sorak sambil berlari di belakang sepeda yang melaju untuk memberikan semangat pada Dayyan.

Saat Dayyan sudah dirasa bisa bersepeda sendirian, Sheerin memberikan uang yang dijanjikan. Dayyan sangat senang sekali, dia bisa bersepeda dan mendapatkan uang bonus!

Tanpa sepengetahuan Dayyan, Istri saya berniat mengganti uang yang diberikan Sheerin pada Dayyan. Mulanya Sheerin menolak tetapi akhirnya dia menerima uang itu tetapi dia membelikan uang itu dengan kue-kue dan dibagikan pada Habib, Dayyan dan Nadia… Wah luar biasa sekali anak ini.

Meski Dayyan sudah bisa mulai bersepeda sendiri, tetapi dia nggak mau jika saya atau istri ikut melihat bagaimana dia latihan.


Suatu sore, ketika Dayyan sedang berlatih lagi, saya melihatnya dari jauh, tetapi begitu dia mengetahui bahwa saya mengawasinya, dia malah berhenti berlatih.

”Lho kenapa nggak diteruskan sayang, nanti Abi jaga kalau-kalau jatuh…” saya memberikan motivasi padanya.

”Nggak… aku nggak mau sepedaan kalo Abi di sini..” jawabnya ketus

”Lho emang kenapa?” tanya saya

”Abi nggak menyemangatiku….”

”Ooppss…” rupanya Dayyan saya ingin seperti teman-temannya.

****

Sahabat sekalian saya sering mengambil hikmah dan pelajaran dari anak-anak saya dan teman-temannya. Terkadang mereka – meski usianya masih kecil – sering bertindak bijak dan tepat bagi diri atau teman yang seusia mereka.

Saya belajar dari ketulusan Sheerin yang memberikan semangat kepada Dayyan untuk terus berlatih. Saya belajar dari Aisyah, Aminah dan Abu Bakar yang secara sukarela berlarian berpeluh-peluh di samping sepeda yang dikayuh Dayyan. Dan saya juga belajar dari Dayyan, bagaimana seharusnya saya memberikan dan memotivasi kepada para pembelajar.

Hmmm… saya kira kasus yang dialami oleh Dayyan juga berlaku bagi sebagian pembelajar dalam bidang apapun, temasuk menulis

Saya memahami bahwa setiap pembelajar memerlukan orang yang selalu menyemangati di setiap tahapan belajarnya. Pembelajar perlu orang lain yang mendampinginya di saat dia jatuh dan membangunkannya untuk kembali meneruskan latihannya.

Ya, begitulah seharusnya guru dan pelatih yang baik, paham bahwa anak didik dan murid-muridnya perlu dijaga semangat dan motivasinya.

Alhamdulillah sekali, jika di dunia maya ini ada orang-orang seperti Pak Ersis yang senantiasa memberikan motivasi kepada sahabat sekalian untuk senantiasa belajar menulis , menulis dan menulis

Alhamdulillah banyak teman-teman yang sering men-tag kita untuk membaca tulisannya agar mau memberikan masukan dan saran.

Dan Alhamdulillah juga saya bisa berbagi dengan sahabat sekalian di sini.

Bukankah begitu fungsi seorang teman, seperti kata seorang penyanyi ”What friend are for?”

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

18 Responses to “Dayyan”

RSS Feed for Inspirasi untuk Selalu menulis | Comments RSS Feed

inspirasi didapat dari kehidupan, menarik sekali bisa mendapatkan hal seperti ini…

Selamat bersepeda, Dayyan.
Dayyan adalah satu di antara banyaknya korban kedahsyatan motivasi yg diciptakan oleh orang terdekat. Jika kita mau, kita bisa menciptakan lebih banyak lagi.
Mari bersemangat!

pengalaman yang menyenangkan dan penuh hikmah
tapi saya punya pengalaman lain Pak, ketika mentor saya datang melihat, saat saya harus menjadi pemateri pada sebuah pelatihan, saya justru gugup karena kehadiran beliau
🙂

menarik mas… proses saling ini memang terus berlaku dalam semua aspek kehidupan ya mas… saling menyemangati, saling menjaga, dll, dll…..

eh mas, tapi kok ya giliran saya semangat mau ngblog lagi, lagi bikin draft buat artikel, tiba2 ketauan big boss.. hiksss….

indahnya berkeluarga

Jadi ingat dengan anak saya… pas idul fithri kemarin juga di tempatnya mbah di pacitan… juga belajar naik sepeda… tapi sampai sekarang masih belum bisa… karena nggak ada yang menyemangati mungkin ya…

inspiratif!😀

sepertinya berkebalikan dengan Dayyan, saya malah lagi males nulis. motivasinya lagi minus sekian derajat dibawah garis normal😐

Btw, link Nadia kok ga bisa ya?

indahnya berkeluarga!!!

yupzz sangat inspiratifff dan indah

berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya

semangat!!!😉

salam kenal dayan….

Tulisannya tetap dan (selalu) Inspiratif mas…🙂
Itu dayyan yang nomer dua yah mas ? ganteng yah😀

kekompakan anak-anak berbalut ketulusan🙂

Mas Ben
http://bentoelisan.blog.com

saling memberi motivasi antara kakak dan adik seringkali lebih kuat dibandingkan ketika orangtua yang melakukan.
kisah di atas sangat menarik, mas

Makasih Mas dah berkunjung, salam kenal dan salam juga untuk Nadia dan Dwiyan. Jadi ingat masa masa kecil dulu waktu masih tinggal di kampung mas, salam untuk keluarga

semangatt!! >_</


Where's The Comment Form?

  • Sstt Ada gratisan di bawah!

    Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

    Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat

    Klik link berikut untuk dapat Ebook Gratis

    BlogBooker
    Turn your Blog into a PDF Book/Archive.

    BlogBooker Google PageRank Checking tool

  • Masukkan alamat surel/email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 10 other followers

  • RSS Blog yang lain :)

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Belajar Inggris

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • Pengunjung

    • 5,622 pasang mata

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: