Madurese English

Posted on February 25, 2010. Filed under: kiat menulis, motivasi, semangat menulis, tips menulis, unik, writing tips | Tags: , , , , |

Setiap kali saya pertama kali bertemu dengan peserta kursus atau murid baru yang akan beralajar Bahasa Inggris saya selalu bertanya.

Berapa lama anda belajar Bahasa Inggris?”

Kalau pesertanya adalah mahasiswa atau karyawan maka kebanyakan mereka dengan malu-malu menjawab.

”Minimal 6 tahun, atau 9 tahun….”

Ya, benar jika mereka belajar bahasa Inggri sejak SMP maka selulus SMA maka minimal belajar selama 6 tahun. Padahal saat ini bahasa inggris sudah diajarkan sejak SD bahkan anak saya yang kelas 1 SD saja sudah mengenal bahasa inggris… wah hampir 12 tahun. Selanjutnya saya tanyakan,

”Kenapa anda masih mengambil kursus, apa belum cukup 6 tahun atau 9 tahun belajar bahasa inggris?”

”Ya, karena belum bisa bahasa inggris?”

Dialog itu berlanjut, dengan pertanyaan berikut:

”Dalam hal apa anda merasa sulit dalam belajar bahasa inggris..

Jawabannya bertambah seru.

”Structure ..” sebagian menjawab begitu.
”Tenses…. ” jawab yang lain.
”Listening …” jawab yang lain lagi.

Akhirnya jika disimpulkan, bahwa semua yang ada dalam bahasa Inggris sulit, mulai dari Tenses, structure, dan seterusnya dan ujung-ujungnya adalah dalih pembenaran tidak bisa menguasai bahasa inggris.

Biasanya saya langsung memberikan semacam terapi kejut dengan mengatakan.

”Jika anda ingin bisa berbahasa inggris lupakan itu semua, luapakan tenses, lupakan structure dan yang membelenggu anda untuk tidak bisa bahasa inggris… karena anda hanya butuh dua hal…”

”Apa itu…?
Pertama NIAT dan ke dua KOSAKATA atau VOCABULARY…..”

”Niat tergantung pada AMBaK (Apa Manfaatnya Bagi Ku ( Anda bisa baca postingan saya tentang Ambak di https://inspirasimenulis.wordpress.com

Sedangkan untuk Vocab.. anda hanya butuh baca, baca dan baca… ya bertahap mulai dari yang sederhana, sampai yang sulit.. jika dua hal itu sudah Anda punyai maka saya yakin anda bisa… BAHKAN tanpa KURSUS Sekalipun

”Kok bisa…” protes mereka.

Kemudian saya memberikan ilustrasi tentang anak-anak di daerah malioboro dan prawiro taman di Jogja sana. Saat itu sebelum krisis moneter tahun 1998. banyak sekali anak-anak muda di sana bisa berbahasa inggris, buktinya ada yang jadi pemandu wisata meski tidak punya sertifikat dari dinas pariwisata. Yang jual asongan juga bisa berbahasa inggris, bahkan beberepa pedagang lesehan saya lihat bisa berbahas inggris. Yang paling menarik adalah… banyak di antara mereka hanya lulusan SMP/SMA bahkan banyak juga yang putus sekolah dan TIDAK PERNAH KURSUS BAHASA INGGRIS

Lantas apa yang salah dengan Bahasa inggris di sekolah yang sudah kita pelajari 6 sampai 12 tahun?

Masalahnya hanya satu.. kita belajar bahasa inggris BUKAN UNTUK KOMUNIKASI tetapi belajar bahasa Inggris untuk Lulus UAN, dapat nilai NEM bagus, bisa lolos tes PTN dan semacamnya.

Padahal jika kita belajar bahasa Inggris untuk komunikasi syaratnya cuma satu T S T .

Apa itu TST?

T S T adalah Tahu Sama Tahu atau dalam bahasa Inggrisnya adalah Understandable alias bisa dipahami.

Ya, Sudah TST saja TITIK!

Kenapa TST?

Karena banyak orang bule sendiri yang berbahasa inggris asal TST, kadang tidak memperhatikan kaidah tata bahasa yang baik dan benar. Mau contoh?

Suatu ketika saya studi wisata ke Bali bersama teman-teman… ketika sampai Pantai Kuta, kami bertemu turis dari Inggris, setelah ngobrol beberapa saat, kami berjanji untuk bertemu lagi ke esokan harinya di tempat yang sama. Apa yang diucapkan oleh sang turis yang sehari-harinya berbahasa inggris itu.:

”Me, come tomorrow”

Coba perhatikan kalimat di atas, kemudian tanyakan kepada seluruh guru bahasa inggris di dunia…

”Apakah Tenses dan Grammarnya benar? ”

Saya yakin semua menjawab : SALAH

Tetapi ketika anda tanyakan kepada anak-anak SMP atau SMA di indonesia yang belajar bahasa Inggris…

”Apakah kalian tahu arti dari kaliman Me, Come tomorrow

Maka saya yakin hampir semua mereka paham dan mengerti. Nah itulah yang saya maksud dengan TST atau Understandable. Yaitu kedua belah pihak mengerti apa yang dimaksud pihak lain. Dan jika itu anda lakukan dalam berbahasa saya yakin deh tidak ada yang orang bule protes dengan model bicara anda.

Nah, kalau mau contoh lagi masih banyak. Saya berikan satu lagi. Kali ini saya dapatkan dari seorang Penutur Asli (Native Speaker) yang kala itu menjadi Dosen tamu di IKIP Yogyakarta (sekarang UNY).

Suatu hari saya pengin mengundang dia dalam kuliah tamu di kelas saya, karena saya belum mengenalnya saya datang ke kontrakannya. Begitu saya mengetuk pintu, maka dia muncul dari dalam sambil berkata.

”You, Look who?”

Sontak saya agak kaget dengan pertanyaanya, bukan dengan pertanyaannya itu sendiri, tapi dengan susunan kalimat yang dia pakai bukankah itu persis dengan bahasa Indonesia? Meski secara tata bahasa inggris salah. Mari kita terjemahkan satu persatu.

You => Kamu, Anda

Look => Melihat, mencari

Who => Siapa

Sudah jelas khan artinya?
Masak saya mau protes sama orang bule? Khan bisa saya yang ditertawakan!

Apa pesan yang ingin saya sampaikan?

Kalau ingin bisa berbicara atau komunikasi dalam bahasa inggris syaratnya ya Cuma dua di atas.. saya jadi teringat seorang teman saya saat kuliah dulu. Saking kepinginnya dia berbahasa inggris, dia selalu mencoba berbahasa inggris dimana saja. Tidak peduli di kampus, kos-kosan, bahkan bertemu di warung. Kadang saya yang mendengar dan diajak berbicara agak risih dan malu.. tidak malu bagaimana wong dia sering pernah menyapa saya di warung.

Hi, How are you doing? What are you eating? dengan keras sehingga semua pembeli di warung melihat saya dan dia…

Tapi saya kagum atas keberaniaannya! Apalagi kadang kami suka tertawa mendengar dia berbahasa inggris. Apa pasalnya?

Dia berbahasa inggris dengan dialek maduranya yang kental! maklum dia asli madura… karena hal itulah maka ada istilah madurese english di kampus..

Nah, saudara sekarang saya akan tanya pada Anda?

Berapa lama anda belajar bahasa Indonesia?

Sudahkah anda bisa dan terbiasa menulis?

Kalau belum, apa kesulitan anda?

Atau karena anda belajar bahasa indonesia bukan untuk menulis dan berkomunikasi? Hanya untuk mendapat nilai bagus?

Wah,,, kalau hanya untuk mendapat nilai bagus… maka pantas anda tidak bisa menulis!

Uppsss…. maaf… ada pendapat lain?

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

16 Responses to “Madurese English”

RSS Feed for Inspirasi untuk Selalu menulis | Comments RSS Feed

Bahasa adalah kebiasaan. Saya bicara Bahasa Inggris karena terbiasa membaca majalah bahasa inggris, menonton channel TV bahasa inggris, ngobrol dg teman dalam bahasa inggris, dan menulis dalam bahasa inggris.

Salam

wah mpe skarang saya juga gak bisa bahasa inggris hikz hikz


Berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih
salam blogger😀

sepertinya saya kurang niat, pernah waktu mau selesai kuliah menerjemahkan literatur berbahasa inggris nyaris tanpa kamus, tapi untuk mengucapkan nol besar, sekarang sudah sangat susah

berarti ada javanese english buatku… karena bahasaku kental jawanya…

saya ngiri orang barat masih kecil tp lancar Inggrisnya, sy yang dah tua belon bisa😉

emang semuanyah kudu niat ..

semua pelajaran di sd, smp, sma itu bkn u/dimengerti tapi u/lulus hehehehe…
jujur, aku sendiri belum bener berbahasa🙂

benahi dlu bahasa indonesia baru berbahasa asing

andaikan ini diterapkan di sekolahan jaman sekarang, bukan mustahil SDM kita lulusan SMA bisa bahasa Inggris semua.. saya rasa ini perlu coba diterapkan bozz

wah memang syaratnya harus sering dilatih ngomong… tapi anak2 sekarang memang pinter2…

Bendol bisa menulis.
Tapi….asal menulis…..
hehe….
jadinya kaco deh….
Thanks bro

Jadi mauluuuu nich.. udah tuir gini , sy masih ga bisa b.inggris🙂

bener2…smw dr kebiasaan
klo dah biasa y bisa…. =)

Waaaahhh, menyesal sy baca tulisan ini sampai selesai….
Karena ujung2nya saya harus rela dan menerima untuk dipermalukan!!!
Tapi saya juga bersyukur, krn kembali diingatkan bahwa saya masih punya ruang yang belum saya jelajahi…
Menulis!!!! Yessss

Betul mas, saya setuju pendapat anda, yang penting nyeplos aja. Kalo saya memulai belajar bhs Inggris dengan banyak membaca tutorial komputer yang kebanyakan berbahasa Inggris, jadi setengah dipaksa.

Saya dulu bisa b. inggris karena “terpaksa”, gara2 keseringan menjadi translator bagi rekan2 kerja yang ndak bisa b .indonesia..Hmmm, kalo baca postingan ini, jadi lebih pingin mendalami “language skill” saya….hehehe🙂

hehehe,,, bisa karena biasa…
nah tapi orang kita kan kebanyakan malu membiasakan itu semua… katanya “koq gaya???”
*termasuk diriku*

ingin mencoba tapi tak ada lawannya…
hmmm,,, sapa yang salah ya… ah sudahlah gag usah saling salah menyalahkan ehhe

HIDUP!!! ^_^


Where's The Comment Form?

  • Sstt Ada gratisan di bawah!

    Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

    Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat

    Klik link berikut untuk dapat Ebook Gratis

    BlogBooker
    Turn your Blog into a PDF Book/Archive.

    BlogBooker Google PageRank Checking tool

  • Masukkan alamat surel/email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 10 other followers

  • RSS Blog yang lain :)

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Belajar Inggris

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • Pengunjung

    • 5,622 pasang mata

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: