[Chained Writing ] : ….. First time…

Posted on March 16, 2010. Filed under: Chained Writing, kiat menulis, motivasi, semangat menulis, tips menulis, unik | Tags: , , , , |

Nah sekarang saatnya Chained Writing aturannya?

  • Komentator pertama harus meneruskan paragraph yang saya berikan di bawah
  • Panjang pagraprah terserah, tapi minimal dua kalimat
  • Komentator kedua meneruskan cerita berdasarkan kalimat/paragraph komentator pertama
  • Masing-masing orang boleh menambahkan komentar lagi dengan syarat, meneruskan kalimat orang lain, bukan kalimat/paragraph yang dia buat.

Sudah siap…?

Ini paragraph dari saya:

******
Inilah hari pertama aku menjejakkan kaki di desa ini. Sungguh tidak pernah terpikirkan aku bisa terdampar di sini. Hanya karena sebuah tugas yang harus aku emban, aku rela meninggalkan cita-cita dan keinginanku di kota kelahiranku……
******

Selamat meneruskan

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

19 Responses to “[Chained Writing ] : ….. First time…”

RSS Feed for Inspirasi untuk Selalu menulis | Comments RSS Feed

Meski hati terasa berat, aku langsung membenarkan posisi ranselku dan mulai mencari orang yang bisa kutanyakan tentang secarik kertas yang berisikan alamat ini.

namun, sungguh aneh! setiap kali aku bertanya, tak seorang pun yang mau menjawabnya. ranselku makin terasa memberat di punggung. sepanjang mata memandang, hanya wajah2 lusuh dan tertunduk yang aku temui.

tapi aku tak menyerah,satu persatu kudatangi mereka terus tanpa kenal kata menyerah,sepertinya keengganan mereka menjawab disebabkan suatu keengganan yang sangat besar untuk membicarakan tentang alamat ini. apakah kota ini yg kurang bersahabat ,ataukah hanya diriku saja yg mendapat perlakuan seperti ini?

Hingga bertemulah aku dengan seorang nenek. Badannya kurus. Kulitnya hitam pekat, dan di kepalannya melingkar seekor ular piton seukuran jempol. Mengerikan. Aku merinding. Namun perasaan ingin tahu ini mendorongku untuk bertanya kepada nenek itu tentang pulau misterius apa yang baru aku dampari ini.

Dengan memberikan diri akhirnya aku bertanya kepada nenek tua ini sambil mataku tak lepas memperhatikan ular yang berada di dekat nenek tua, karena rasa ngeri melihat ular di tangannya. “Nek… dimanakah ini?” tanyaku kepada nenek tua tersebut.

Namun, Sang nenek hanya terdiam,,,

sampe dua hari saya tungguin, nenek itu masih saja diam…

Namun, Sang nenek hanya terdiam,,,
kulihat tatapan nanar mata kosongnya itu memandangiku dengan ekspresi yang sangat datar,,

tatapan itu tak juga lekang, rasa takut mulai menjalar tak ayal akupun segera membalikkan badan pergi menjauh tetapi kaki tiba-tiba terasa berat…kuberanikan diri membalikkan badan dan kulihat…kakiku terjerat tali guling

ufff…rupanya aku bermimpi. Mungkin aku terlalu tegang membayangkan besok pagi. Sebenarnya keteganganku tak beralasan, toh besok aku akan berangkat bersama team yang sudah 5 tahun mengabdi di kepulauan ini.

Kayak yang di 24 sauh. Saya gak nyumbang ya, lagi butek.
salam

Matahari terus beranjak dari ufuk timur. Aku melangkah ringan ke arah dermaga, menunggu rekan-rekan yang lain. Namun di tikungan terakhir hutan kecil sebelum berbelok ke pantai, kakiku terantuk sesuatu.

hufh…… bener-bener seru…! ternyata batu telah menggores kakiku. berdarah…….
kapankah ini ‘kan berakhir ?
tidak ada dokter.

tapi aku bukanlah si cengeng lagi! aku tak ingin menangis sampai guling-guling hanya karena goresan kecil ini. kugigit bibirku menahan nyeri.Aku harus kuat! Tanpa kusadari sekarang malah bibirku yang berdarah…alaaaaaahhh…

tak perlu menunggu orang yang berbaik hati menolong. Kusobek lengan bajuku untuk membebat luka di kaki. kuusap sekenanya darah dibibir. Asin. Meski tertatih aku harus tetap melangkah. Terus melangkah.

terus melangkah hingga 1% tenaga yang tersisa, namun akhirnya ada yang menolong dan memberi penjelasan tentang dimana aku tredampar ini,,,
=========
blogwalking berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
salam blogger
maksih😀

“Engkau berada dalam pulau cinta, Cucuku”, “Tebarlah benih-benih cinta yang engkau miliki, hingga saatnya nanti kau semai buah cinta”, sang nenek menjelaskan dengan kerlingan matanya yang genit…

Terkejut sebenarnya aku, mengingat bahwa nenek tak biasa berkata dengan rangkaian kalimat seindah itu. Tapi aku yakin nenek sedang dalam keadaan sadar 100%, jadi apa yang dia katakan adalah butiran mutiara hikmah yang harus kumaknai dengan indah.

[…] untuk tulisan yang pertama topiknya sama dengan yang saya posting di blog ini.. […]


Where's The Comment Form?

  • Sstt Ada gratisan di bawah!

    Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

    Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat

    Klik link berikut untuk dapat Ebook Gratis

    BlogBooker
    Turn your Blog into a PDF Book/Archive.

    BlogBooker Google PageRank Checking tool

  • Masukkan alamat surel/email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 10 other followers

  • RSS Blog yang lain :)

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Belajar Inggris

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • Pengunjung

    • 5,622 pasang mata

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: