Hasil Chained Writing di Facebook

Posted on March 20, 2010. Filed under: AI, Chained Writing, kiat menulis, kritik, motivasi, semangat menulis, tips menulis, unik, writing tips | Tags: , , , |

Selain mengajak pengunjung blog ini, untuk melakukan chained writing di blog ini, saya juga melakukan hal yang sama di Facebook, dengan cara men-tag, teman-teman.

untuk tulisan yang pertama topiknya sama dengan yang saya posting di blog ini..

Nah, anda ingin tahu hasilnya?

Kita simak yuk🙂
====
kalimat pembukanya:

Inilah hari pertama aku menjejakkan kaki di desa ini. Sungguh tidak pernah terpikirkan aku bisa terdampar di sini. Hanya karena sebuah tugas yang harus aku emban, aku rela meninggalkan cita-cita dan keinginanku di kota kelahiranku……

Meski awalnya keraguan itu datang. Biasalah.. langkah yang terlalu lebar, biasanya sedikit goyah. Namun, ada sebuah magnet dari desa ini. Yang aku dengar dari seorang teman. Mmm.. mungkin tak menarik bagi orang lain. Ternyata.. sanggup membuatku antusias dan yakin dengan pilihan ini… (‘Aisyah Radhwa Dzikra Amiin)

Entah mengapa, hasratku cuman satu, membuktikan kepada mereka bahwa aku bisa. Entah ini dendam atau sebuah cita, yang pasti bergejolak jiwaku kala melihat bahwa desa ini sangat mungkin menampung semua inovasi dan kreatifitasku. Dari survei dan semua data yang kuperoleh sebelumnya dari Iwan dan Andi, aku pasti bisa wujudkan semuanya…. Ya.. Aku pasti bisa (Feri Dwi Sampurno)

Ya, aku pasti. Surey awal Iwan dan Andi sangat meyakinkan, para penulis di desa kini sangat berkurang. Padahal, sejak zaman Belanda desa ini terkenal menghasilkan penulis-penulis hebat negeri ini. Dulu itu, ada sekolah Loro dan klub menulis. Jelas sudah, aku akan mengembangkan kemampuan menulis penduduk, terutama warga yang berpendidikan. Aku yakin, pasti bisa. Dengan menulis, dengan menyebarkan ilmu pengetahuan, aku akan membangun Indonesia dari desa ini. (Ersis Warmansyah Abbas)

Desa ini 60 kilometer jauhnya dari kota kabupaten. Kalau beruntung, kamu bisa mencapainya dalam satu hari perjalanan laut. Kalau angin utara ngamuk,jangan harap ada kapal yang mau merapat kemari. Tidak akan ada tongkang yg mau menjemput. Dermaga desa ini sudah separuh nyawa. Parahnya lagi,pergeseran musim akhir-akhir ini mbuat angin utara sulit ditebak. Praktis,saya bisa seumur hidup di sini. (Hafid Algristian)

Pak Ersis> Saksikanlah.. orang lain mungkin berpikir aku gila. Menulis ?? Buat apa ?? Di kota saja, manusia-manusia mulai kehilangan minat. Dimana teknologi mendukung setiap aktivitas penulis. Di desa..?? Mimpi aneh kan..?? Tapi, aku bukan seorang pemimpi tanpa semangat.. aku seorang pemimpi dengan banyak energi. Semakin orang mencibir, semakin aku berpikir. Mimpi ini harus wujud. “Warga desaaaa.. mari mengasah pena.”, teriak hatiku. (‘Aisyah Radhwa Dzikra Amiin)

Walah, apa ini? waduh, aku nginjak tahi sapi, dari tadi nglamun sih. Hmm, lihat kotoran sapi ini jadi ingat cerita temanku yang bekerja jadi dokter hewan,”Bagiku tahi sapi itu baunya seperti vanilla” begitu ujarnya. Ha ha ha ha.. edan banget komentarnya, tapi itulah kenyataannya, kalau jiwa sudah memanggil, bukan hanya tahi kucing akan berasa coklat, bahkan tahi sapi berasa vanila.😀 (Eko Andi Suryo)

Aku terus berjalan, memperhatikan aktifitas kehidupan di desa ini. tak terasa kini hari sudah sore. Saatnya mencari penginapan. kali ini bukanlah hotel menjadi pilihanku, karena hotel memang tak ada di sini, melainkan salah satu rumah warga yang tepat berada di samping kelurahan. rumah yang menurutku bisa membuatku lebih dekat dan menyatu dengan mereka. karena ku yakin, dengan dekat dan menyatu dalam kehidupan merekalah perubahan itu bisa dimulai.(Wahyu Permadi)

Wah udah keduluan banyak komentar ni… Dan susahnya lagi, karena saya tak bisa membaca komentar2 sebelumnya… Karena di hp saya hanya tampak jam: 07.00 tanggal 01 Januari 1970😀 (Abrar Rifai)

Waaduh, Pak Abrar jadi membuat saya bingung harus meneruskannya hehe.
Namun saya tak menyerah, saya banting HP kesayangan yang bagaikan istri kedua saya itu. Lalu rasa kepenasaran ini tak kuasa kuredam dengan kesabaran. Bergegas kupergi ke sebuah warung internet. Namun apa yang kutemukan, di sana hanya tersaji indomie, telur dan kornet. Hiks. (Achoey El Haris)

meskipun pada akhirnya saya tersadar jika saya salah melangkahkan kaki,seharusnya warung internet yang bisa mnyuguhkan kotak2 kaca yang bisa membuatku kembali ke alam maya saya hanya tersuguhkan oleh sebuah internet,indomie telur kornet,. ah.. perut saya memang tidak bisa di bohongi, ternyata saya masih lapar meskipun di rumah kepala desa saya sudah menghabiskan berbagai macam masakan khas pedesaan lidah sebagai orang indonesia tidak bisa lepas dari yang namanya mie instan. (Dinda Hidayantee)

terkadang aku tak habis pikir mengapa masyarakat indonesia lebih sering menggunakan merek sebagai produk.
katanya beli sanyo padahal simitzu.
katanya aqua padahal ades, total atau club.
aku jadi penasaran dan akhirnya ku korek2 lagi tempat sampah yg ada di dapur.
ternyata dugaanku benar!… Lihat Selengkapnya
katanya indomie ternyata supermi sedaaap!😀 (Mahfud Aremania)

memang supermi dan indomie tidak ada matinya,orang indonesia memang cinta produk instan! haha.. kulangkahkan kakiku menuju rumah kepala desa,berharap bisa menemukan suasanakhas pededasaan yang sudah lamakurindui..ah..alam yang masih perawan dan gadis-gadis desamembuatku semakin bergairah dalamhidup ku yang sempat stuck karena gilanya ibu kota! (Dinda Hidayantee)

‘assalamualaikum… atuk ooo atuk!’
ku ucapkan salam setelah terlebih dulu ku ketuk pintu rumah kepala desa yg pernah menjadi t.k.i. di malaysia waktu masih muda dulu.
ku amati keadaan sekeliling rumah yg sederhana namun cukup kokoh.
sepi…(Mahfud Aremania)

“waalaikumsalam warahmatullah” seorang perempuan muda datang membukaan pintu,ah..dengan jilbab yang menjuntai lebar,takmengurangi wajah manisyang dihiasi senyuman di wajah oval nya,.siapakah gadis itu?? tanya ku dalam hati (Dinda Hidayantee)

terus terang…
aku tak dapat menafikan bahwa ada rasa takjub dalam diriku terhadap perempuan itu.
hingga beberapa saat aku masih bertanya-tanya dalam hati siapakah gerangan perempuan itu.
sudah beberapa kali aku datang ke rumah kepala desa, namun baru kali ini aku melihatnya.
‘maaf mas, cari siapa ya?’ (Mahfud Aremania)

“pak sa’ad ada mba?? saya romi dari jakarta,penulis itu” jawabku gugup,ahh.. sejatinya peempuan itu cantik sekali,meskipun tanpa makeup yang menempel.. kecantikan alaminya membuatku kesemsem..ah.. siapakah gerangan dirinya??

“oh.. pak sa’ad masih di masjid beliau belum pulang,biasa nya beliau akan pulang setelah sholat isya’ mas nya sudah sholat?” tanya nya membuyarkan lamunanku… (Dinda Hidayantee)

‘eh… iya mbak, sudah.’ jawabku dengan gugup.
aku jadi malu sendiri.
‘maaf, kalau begitu mungkin mas mau menunggu di teras rumah?’ tanya perempuan itu dengan sopan. (Mahfud Aremania)

“ii..iya jika boleh..” jawabku masih dengan gugup,ah.. perempuan manisitu membuatku tak bisa berpikir dengan benar. kecantikannya membuat ku mematung.

10 menit terlewati perempuan itu datang kembali membawakan aku secangkir teh hangat dan beberapa pisang goreng
“silahkan mas romi sambil menunggu,.” katanya mempersilahkan.kulihat tanganya bergetar saat meletakkan gelas ke meja tamu di teras.. saat kutatap wajah putih nya aku melihat pipi nya merona merah.
ah.. (Dinda Hidayantee)

‘eee… iya mbak, terima kasih. waduh… jadi gaq enak nih merepotkan.’ jawabku dengan sedikit basa-basi.
‘oh… tidak apa2 mas romi, cuma ini aja koq. ayo silakan jangan malu2.’ ujarnya sambil menunduk.
ku sempatkan tuk mencuri-curi pandang terhadap perempuan itu, dan ternyata pada saat yg bersamaan dia juga menatapku.
hatiku berdesir halus ketika mataku bertatapan dengan matanya.
ku lihat pipinya kembali merona…. Lihat Selengkapnya
segera ku tundukkan pandanganku dan beristighfar dalam hati.
‘ee… maaf mas romi, saya tinggal ke dalam dulu.’ katanya dg sedikit tersipu. (Mahfud Aremania)

perempuan itu melangkah kembali memasuki ruangan,tak urung jua aku memehatikan sosok nya yang menghilang di balik tirai yang membatasi ruang tamu dengan ruang dalam. tiba-tiba seseorang sudah berdiri dibelakangku sambil memerhatikan ku yang sedang melongok mencuri pandang ke dalam ruangan
“assalamualikum ” suara pak kepala desa. (Dinda Hidayantee)

‘waalaikumsalam…’ balasku dg sedikit kaget.
‘eh… bapak.’ segera ku bersalaman dg pak kepala desa.
‘sudah lama menunggunya mas romi?’ tanya pak kepala desa kemudian.
‘oh… nggaq pak. belum lama koq.’ jawabku dg agaq kikuk.
pak kepala desa mengambil tempat duduk tepat di depanku…. Lihat Selengkapnya
‘tumben nih mas romi tidak seperti biasanya. ada hal yg serius untuk dibicarakan rupanya?’ selidik pak kepala desa sambil tersenyum. (Mahfud Aremania)

Sementara, dua bola mata tak berkedip menatap dibalik tanaman pagar lebat. Sesosok manusia tak punya cukup keberanian melangkah, bersembunyi disana. “Brengsek.. Selalu saja langkahku, kalah cepat dengan sianak kota itu. Tunggu aja. Akan ada waktunya aku memberi pelajaran pada anak kota itu.” gumam Latif, pemuda desa itu kesal dan beringsut pergi.(Agustus Sani Nugroho)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

16 Responses to “Hasil Chained Writing di Facebook”

RSS Feed for Inspirasi untuk Selalu menulis | Comments RSS Feed

Salam silaturahim dulu, ya?

wah ide menulis yang bagus mas …

kalau saya kurang suka menulis di Facebook karena dalam hitungan detik sudah tergantikan dengan coment-coment sahabat yang lain …..

maaf baru bisa update blog

aku kok g ditag?
terusan ceritanya belum ada ya?

hadoohhh hadohhh Pak Guluuu aku gak ngeltii….

Tapi uapikkkkk isine Pak Guluuu….

olala…. maksudnya begitu toh…😀
hahaha… keren euy idenya…
nanti Qk nyontek yak kawan…. bikin yang seperti itu,,, boleh kah😀

HIDUP!!! ^_^

Boleh silahkan di contek dan di sebarkan… kalo di facebook kami sudah jalan… asyik lo.. cuma.. sebelum anda mengajak orang lain beritahu caranya, bisa copy paste di blog saya… dan di judulnya kasih [chained writing] ……blablabla….  oke deh saya tunggu hasilnya.
🙂

salam

*******

pak guru, itu maksudnya dari nama-nama orang di belakang paragraf apa?

itu nama-nama mereka yang meneruskan cerita saya berikan di facebook🙂

On Sun, 21 Mar 2010 04:43 ICT

rasanya saya kok nggak kena tag..
apa gara2 cepet turun ya di tampilan facebook

emang sudah add as a friend nama saya di facebook mas?

hehehe

On Sun, 21 Mar 2010 08:32 ICT

Wah ide bagus juga…..harus kreatif tapinya dong ya… dan sebisa mungkin harus “sehati” dengan orang yang pertama kali melemparkan kalimat…..😀

Mantap idenya, mas. Saya silaturahim. Salam

jadi intinya seruan yg mana nih ceritanya? yg dari blog atau yg dari facebook??😀


Where's The Comment Form?

  • Sstt Ada gratisan di bawah!

    Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

    Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat

    Klik link berikut untuk dapat Ebook Gratis

    BlogBooker
    Turn your Blog into a PDF Book/Archive.

    BlogBooker Google PageRank Checking tool

  • Masukkan alamat surel/email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 10 other followers

  • RSS Blog yang lain :)

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Belajar Inggris

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • Pengunjung

    • 5,622 pasang mata

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: